
Tur Arsitektur Vanderbilt kembali ke Vanderbilt Museum 24 Juli
Tur Arsitektur Vanderbilt akan kembali digelar pada Jumat, 24 Juli, dengan jadwal mulai pukul 12.00 hingga 13.15 di Vanderbilt Museum, 180 Little Neck Road, Centerport. Acara ini menghadirkan tur jalan kaki yang dipandu oleh pendidik museum yang berpengetahuan, menawarkan kesempatan melihat langsung sejarah dan ragam koleksi di kawasan estate Eagle’s Nest.

Peserta tur akan diajak menelusuri halaman dan bangunan bersejarah, mempelajari detail eksterior rumah megah bergaya Spanish Revival yang terdiri dari 24 kamar, serta memerhatikan karya besi yang menonjol. Tur ini juga memberikan akses untuk melihat koleksi kelautan, sejarah alam, dan artefak budaya yang menjadi bagian penting dari warisan museum.
Tentang Tur Arsitektur Vanderbilt
Tur ini dirancang sebagai pengalaman berjalan yang informatif, dipandu oleh staf pendidikan museum yang mampu menjelaskan konteks sejarah dan arsitektural estate. Pengunjung akan mendapat pengantar mengenai perancangan luar bangunan oleh firma arsitek Warren & Wetmore serta bagaimana unsur-unsur dekoratif mencerminkan selera dan minat pemilik aslinya.
Sejarah Eagle’s Nest dan keluarga Vanderbilt
Eagle’s Nest adalah nama estate tempat mansion itu berdiri, menjadi tempat tinggal musim panas William K. Vanderbilt II (1878–1944) sejak 1910 hingga 1944. William dan istrinya, Rosamond, dikenal kerap mengadakan jamuan intim serta menjamu tamu-tamu terkenal era itu, termasuk Duke dan Duchess of Windsor, Pierre Cartier, Conde Nast, Charles Lindbergh, dan keluarga Tiffany. Karena nilai sejarah dan arsitekturnya, Eagle’s Nest tercatat dalam Daftar Tempat Bersejarah Nasional (National Register of Historic Places).
Baca juga: Mengenal Portofolio Properti Robert Downey Jr.: dari Hollywood Hills hingga windmill $10,5 juta
Arsitektur dan karya besi Samuel Yellin
Salah satu sorotan tur adalah pengenalan terhadap unsur arsitektural eksterior rumah bergaya Spanish Revival yang kompleks serta karya besi yang memikat. Samuel Yellin, yang dianggap sebagai salah satu pengrajin besi terbaik pada awal abad ke-20, menorehkan banyak elemen besi yang memperkaya estetika mansion tersebut. Pendongeng tur akan menunjuk detail-detail ini dan menjelaskan peran teknik serta gaya artistik dalam membentuk tampilan estate.
Koleksi museum yang ditampilkan selama tur
Selain arsitektur dan karya besi, tur juga mencakup kunjungan ke koleksi museum yang meliputi objek-objek kelautan, spesimen sejarah alam, dan artefak budaya yang dikumpulkan oleh William K. Vanderbilt II. Koleksi-koleksi ini memperluas pemahaman pengunjung tentang minat sang pemilik serta konteks penelitian dan pameran yang dikembangkan di museum.
Beth Laxer-Limmer, Direktur Pendidikan museum, mengatakan bahwa musim panas adalah waktu yang indah untuk menikmati halaman estate. Ia menilai tur jalan kaki ini sebagai cara yang tepat untuk memperkenalkan sejarah Eagle’s Nest sekaligus mengapresiasi arsitektur yang eklektik dan detail-detail unik yang mencerminkan minat William Vanderbilt.
Informasi tiket dan pendaftaran
Tiket untuk tur ini dijual di muka dan sudah termasuk masuk umum ke museum. Harga tiket adalah $16 untuk dewasa, $15 untuk lansia dan pelajar, serta $14 untuk anak usia 5 hingga 17 tahun. Pembelian tiket dapat dilakukan melalui saluran pendaftaran resmi museum; untuk informasi lebih lanjut atau pertanyaan, pengunjung dapat menghubungi pihak museum di nomor 631-854-5579.
Bagi mereka yang merencanakan kunjungan, disarankan memesan tiket terlebih dahulu mengingat kapasitas tur yang terbatas dan untuk memastikan ketersediaan pada tanggal yang diinginkan. Aktivitas ini menjadi alternatif menarik untuk menikmati warisan budaya di tengah suasana musim panas di wilayah pesisir.
