
Fatiya Latiff Menyesal Lakukan Botox dan Filler, Kini Pilih HIFU untuk Pulihkan Kulit
Artis Fatiya Latiff mengaku menyesal setelah menjalani perawatan botox dan filler yang membuat perubahan pada wajahnya. Menurutnya, efek dari prosedur itu tidak bertahan lama, dan seiring waktu wajahnya justru mengalami masalah kembali.

Dalam unggahan di Instagram, Fatiya mengatakan perubahan yang terjadi membuatnya menyesal karena kondisi kulit dan penampilannya menjadi terganggu. Ia menyebut mulai kembali muncul kerutan dan mata bengkak (eyebag) meski sebelumnya sempat menjalani suntik botox dan filler.
Penyesalan atas botox dan filler
Fatiya secara terbuka menyampaikan penyesalannya tentang keputusan melakukan botox dan filler. “Saya menyesal sebab ada perubahan wajah saya,” ujarnya, menegaskan bahwa transformasi yang timbul bukanlah hasil yang diharapkannya. Ia menambahkan bahwa efek prosedur itu tidak bertahan lama, sehingga perubahan awal tidak berkelanjutan.
Perubahan pada wajah dan dampaknya
Menurut Fatiya, setelah beberapa waktu, kondisi wajahnya memburuk. Ia menyebut mulai kembali munculnya garis halus dan kerutan, serta pembentukan kembali eyebag yang sempat berkurang. Dampak tersebut membuatnya merasa wajahnya semakin “rosak” dan memicu keputusan untuk mengevaluasi kembali jenis perawatan yang dijalani.
Kondisi yang dialami Fatiya memperlihatkan bahwa hasil sementara dari prosedur kosmetik injeksi tidak selalu membawa perubahan jangka panjang yang diinginkan. Ia mengakui efek samping dan perubahan estetika itu memberi pelajaran penting dalam memilih metode perawatan kulit di masa depan.
Beralih ke perawatan alami: HIFU
Belajar dari pengalaman tersebut, Fatiya kini lebih memilih pendekatan yang dianggap lebih alami. Ia menyebut beralih ke High Intensity Focused Ultrasound (HIFU) sebagai alternatif untuk memperbaiki kondisi kulit wajah. Sebelumnya ia tidak mengetahui adanya perawatan HIFU sebelum memutuskan menjalani botox, sehingga langkahnya kini lebih berhati-hati.
Fatiya mengaku kondisi kulitnya perlahan membaik sejak menerapkan perawatan yang dianggap lebih natural. Ia menegaskan kini menggunakan cara-cara alami dan non-invasif untuk merawat kulit wajah, berharap hasilnya lebih stabil dan minim risiko perubahan yang merugikan.
Pengalaman pribadi dan pesan untuk publik
Dalam ceritanya, Fatiya menekankan pentingnya memahami risiko dan efek jangka panjang sebelum memutuskan prosedur kecantikan yang bersifat injeksi. Pengalamannya menjadi pengingat bagi publik agar mencari informasi lengkap dan mempertimbangkan alternatif non-invasif bila memungkinkan.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap orang memiliki respons berbeda terhadap perawatan estetika, sehingga hasil yang dialami satu individu belum tentu sama pada orang lain. Kesadaran akan variasi respons tubuh menjadi salah satu alasan Fatiya memilih pendekatan yang lebih aman menurut penilaiannya sekarang.
Langkah pemulihan dan kondisi saat ini
Fatiya mengatakan sampai saat ini jejak perubahan akibat botox dan filler masih tampak, namun kondisi kulitnya terus berangsur pulih setelah beralih ke perawatan alternatif. Ia menyatakan komitmennya untuk menjaga kesehatan kulit lewat metode yang dianggap alami dan tidak agresif.
Kisah Fatiya menjadi catatan penting mengenai pengalaman pribadi selebriti dengan prosedur kecantikan. Pilihan perawatan dan konsekuensinya menjadi topik yang relevan bagi mereka yang mempertimbangkan langkah serupa, khususnya ketika menimbang antara hasil jangka pendek dan kesehatan kulit jangka panjang.
