
ICRC bantu pengungsi mulai hidup baru di Rusia
ICRC bantu pengungsi yang meninggalkan rumah akibat konflik di Ukraina dengan rangkaian program di Rusia, bekerja sama dengan Palang Merah Rusia untuk memberikan bantuan darurat sekaligus dukungan jangka menengah hingga panjang. Program ini mencakup bantuan tunai, pelatihan keterampilan, dan hibah usaha untuk membantu pengungsi membangun kembali mata pencaharian.

Banyak keluarga yang awalnya berharap bisa segera kembali, namun seiring berlanjutnya konflik mereka perlu mencari opsi hidup baru. Dari bantuan awal sampai pelatihan dan dukungan usaha mikro, pendekatan ini dirancang untuk memberi jalan keluar ekonomi bagi mereka yang tetap menetap di wilayah Rusia.
ICRC bantu pengungsi: bentuk bantuan darurat dan tunai
Saat berada dalam fase awal pengungsian, keluarga menerima bantuan darurat yang mencakup paket kebutuhan dasar dan bantuan tunai langsung. Program bantuan tunai darurat ini diluncurkan pada 2022 untuk merespons perpindahan massal, dan kembali diaktifkan ketika gelombang pengungsi muncul setelah kejadian di beberapa kota, termasuk saat aksi militer terjadi di wilayah-wilayah yang berdekatan pada 2024.
Hingga kini tercatat hampir 13.000 orang menerima bantuan tunai dari program ini. Bantuan tersebut dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pokok pada tahap awal perpindahan, tetapi juga memberi ruang bagi keluarga untuk merencanakan langkah ekonomi selanjutnya tanpa langsung bergantung pada bantuan darurat terus-menerus.
Pelatihan vokasional bagi pengungsi
Sebagai bagian dari upaya jangka menengah, ICRC bersama Palang Merah Rusia menyediakan program pelatihan vokasional di berbagai bidang. Tujuannya adalah membantu para pengungsi mendapatkan keterampilan yang relevan di pasar kerja setempat sehingga mereka dapat memperoleh pendapatan stabil.
Pelatihan yang ditawarkan beragam, dari fotografi, tata rambut, hingga perawatan kesehatan dan keterampilan teknis seperti plumbing. Sejumlah peserta program melaporkan perubahan karier yang signifikan setelah mengikuti pelatihan ini. Dalam salah satu bagian program disebutkan bahwa hingga kini 449 orang telah memperoleh manfaat dari pelatihan vokasional yang diselenggarakan oleh Palang Merah Rusia.
Salah satu kisah yang menonjol adalah Liliya, yang meninggalkan kampung halamannya karena gempuran di Snijnoe. Setelah menetap di Voronezh, ia mengikuti kursus daring untuk menjadi tutor anak berkebutuhan khusus dan kini bekerja sebagai terapist bicara di sebuah pusat medis anak. Perubahan kariernya mencerminkan bagaimana pelatihan vokasional dapat membuka jalur pekerjaan baru bagi pengungsi.
Dukungan usaha mikro dan cerita warga
Selain pelatihan, sejak Mei 2025 ICRC meluncurkan program hibah usaha mikro yang memberikan modal awal kepada pengungsi untuk memulai atau mengembangkan usaha. Hibah ini ditujukan untuk sektor-sektor seperti pertanian, pendidikan, kecantikan, keperawatan, serta manufaktur dan kerajinan.
Maksim, yang meninggalkan kota tetangga Donetsk bersama keluarganya pada 2022 dan kini bermukim di Rostov-on-Don, memanfaatkan hibah tersebut setelah mengikuti pelatihan sebagai tukang pipa. Bantuan tunai untuk membeli bahan baku memungkinkan dia memulai usaha instalasi pipa, yang meningkatkan pendapatan keluarga secara nyata. Ia berharap pada akhir tahun bisa fokus penuh beralih profesi dari spesialis perkeretaapian menjadi tukang pipa profesional.
Cerita seperti Tatiana juga menggambarkan transisi dari penerima bantuan darurat menjadi peserta program pelatihan. Tatiana yang mengungsi ke Kursk menerima bantuan tunai awal, lalu memutuskan mengikuti kursus administrasi perkantoran dan sumber daya manusia agar bisa mendapatkan pekerjaan layak di kota tempatnya menetap.
Cakupan wilayah, hasil program, dan rencana ke depan
Program bersama ini telah menjangkau beberapa wilayah di Rusia, termasuk Belgorod, Bryansk, Kaluga, Krasnodar, Kursk, Rostov-on-Don, dan Voronezh. Selain hampir 13.000 orang yang menerima bantuan tunai, ada dukungan khusus untuk pendidikan anak: 6.720 siswa SD dari keluarga pengungsi menerima voucher untuk membeli perlengkapan sekolah.
Distribusi manfaat lainnya tercatat dalam data program: 174 orang tercatat menerima pelatihan vokasional dalam laporan tertentu, sementara 64 orang memperoleh hibah usaha melalui skema inisiatif ekonomi mikro. Perbedaan angka pada poin-poin tertentu menunjukkan cakupan dan fase pelaksanaan yang berbeda-beda, namun keseluruhan upaya diarahkan untuk memperbaiki kondisi hidup dan peluang ekonomi pengungsi.
Organisasi penyelenggara menyatakan program-program ini akan dilanjutkan pada 2026, dengan tujuan memperluas dukungan agar lebih banyak keluarga dapat bertransisi dari bantuan darurat ke kemandirian ekonomi. Bagi banyak pengungsi, kombinasi bantuan tunai, pelatihan keterampilan, dan modal usaha menjadi langkah penting untuk membangun kembali kehidupan di tempat baru.
Dengan pendekatan yang menggabungkan respons kemanusiaan jangka pendek dan intervensi ekonomi jangka menengah, upaya ini menunjukkan fokus pada aspek keberlanjutan hidup para pengungsi, sekaligus memberi kesempatan bagi mereka untuk merencanakan masa depan yang lebih stabil di wilayah penampungan.
