
Nasi Padang Tertua Singapura Tutup: Warisan Kuliner 78 Tahun Berakhir
Hai para pecinta kuliner dan penikmat cerita! Ada kabar yang bikin hati terenyuh dari negeri tetangga kita, Singapura. Sebuah ikon kuliner, Warong Nasi Pariaman, yang selama ini kita kenal sebagai rumah makan Nasi Padang tertua di Singapura, akhirnya harus menutup lembaran panjangnya setelah 78 tahun beroperasi. Rasanya seperti kehilangan bagian dari sejarah, ya?
Rencana penutupan ini tentu saja menjadi kabar menyedihkan bagi para penggemar masakan khas asal Indonesia itu. Mari kita intip lebih dekat mengapa tempat ini begitu spesial dan bagaimana para pelanggannya mengungkapkan kesedihan mereka.
Mengapa Warong Nasi Pariaman Begitu Spesial?
Mungkin Anda bertanya-tanya, kenapa sih penutupan Warong Nasi Pariaman ini sampai bikin banyak orang bersedih? Bukan cuma soal makanan lho, tapi ada banyak kenangan dan cerita yang terukir di sana. Yuk, kita bedah satu per satu!
Sejarah Panjang Sejak 1948
Berlokasi strategis di North Bridge Road, tak jauh dari Masjid Sultan Singapura, Warong Nasi Pariaman bukan cuma restoran biasa. Tempat ini sudah menjadi saksi bisu perkembangan kota sejak tahun 1948! Bayangkan, hampir delapan dekade mereka menyajikan kelezatan Nasi Padang autentik.
Kabar penutupannya yang diumumkan via Instagram pada Minggu, 20 Januari, untuk efektif pada 31 Januari mendatang tentu saja langsung bikin kaget dan sedih banyak pihak. Mereka mengucapkan terima kasih atas semua dukungan, cinta, dan kenangan manis yang telah terjalin selama ini.
Warong Nasi Pariaman, ikon Nasi Padang tertua di Singapura, siap menutup pintu setelah 78 tahun. (Foto: Facebook)
Citarasa Khas Pariaman yang Otentik
Apa yang membuat Warong Nasi Pariaman begitu istimewa di tengah banyaknya rumah makan Nasi Padang lain? Jawabannya ada pada cita rasa khas Pariaman-nya yang otentik. Mereka setia menyajikan resep turun-temurun dari kota pesisir di Sumatera Barat, Indonesia, tempat nama “Pariaman” berasal. Beberapa menu andalan yang bikin kangen dan selalu dicari adalah:
- Rendang daging sapi yang empuk dan kaya bumbu.
- Ikan bakar dengan aroma asap khas yang menggoda.
- Sotong kalio, dimasak dalam kuah santan kental nan gurih.
- Ayam gulai dengan bumbu rempah Nusantara yang meresap sempurna.
Pengakuan sebagai Pahlawan Kuliner
Tak hanya di hati pelanggan, keistimewaan Warong Nasi Pariaman juga diakui secara resmi, lho. Singapore Infopedia dari National Library Board bahkan menyebutnya sebagai kedai Nasi Padang tertua di Singapura yang masih eksis. Dan pada tahun 2016, mereka dianugerahi Heritage Heroes Awards, sebuah penghargaan bergengsi untuk tempat kuliner khas Indonesia yang berjasa melestarikan warisan tradisi kuliner lokal. Keren, kan?
Gelombang Kesedihan dari Para Pelanggan Setia
Kabar penutupan ini sontak memicu gelombang kesedihan di media sosial. Banyak pelanggan lama yang berbagi cerita dan kenangan masa kecil mereka di Warong Nasi Pariaman. Rasanya seperti kehilangan sahabat lama, ya?
Kenangan Manis yang Tak Tergantikan
Mari kita intip beberapa curahan hati dari para pelanggan setia di media sosial. Ini dia beberapa di antaranya:
- @norismilda di Instagram: “Kenangan masa kecil terbaik…. Setiap ayah pulang dari salat Jumat dan membawa pulang Pariaman. Rasanya masih melekat di ingatan. Akan datang lagi sebelum tutup.” Ia bahkan berharap usaha ini bisa berlanjut dalam bentuk rumahan.
- @adzari, juga di Instagram: “Sedih mendengar kabar yang sangat menyedihkan ini…tempat ini wajib dikunjungi setiap kali kami ke Singapura. Akan sangat merindukan makanannya, terutama para kakak-kakak yang selalu siap menyambut dan melayani kami.”
- Wini Hasby Taufiq di Facebook: “Kami akan merindukanmu. Saya sudah makan di Pariaman sejak lahir. Sekarang jadi makanan favorit anak-anak saya.”
Sungguh mengharukan melihat bagaimana sebuah tempat makan bisa menciptakan ikatan emosional sekuat ini, kan? Warong Nasi Pariaman bukan hanya restoran, tapi juga bagian dari sejarah keluarga dan tradisi. Bahkan bisa disebut restoran legendaris.
Apa Alasan di Balik Penutupan Ini?
Sampai saat ini, alasan pasti di balik penutupan Warong Nasi Pariaman masih menjadi misteri. Pihak pengelola belum memberikan keterangan resmi, dan media setempat pun masih terus berupaya mendapatkan informasi lebih lanjut. Semoga ada kejelasan segera, ya.
Jadi, meski Warong Nasi Pariaman, si Nasi Padang tertua di Singapura, akan segera menutup pintunya, kenangan akan cita rasa otentik dan kehangatan yang mereka tawarkan akan selalu hidup di hati para pelanggannya. Ini adalah pengingat bahwa warisan kuliner itu berharga dan perlu terus dilestarikan. Jika Anda berada di Singapura sebelum 31 Januari, mungkin ini kesempatan terakhir untuk merasakan langsung kelezatan legendaris mereka!
You may also like

Wujudkan Impian: Paket Tur Korea 2026 Bareng AladinTravel!

Dahsyatnya Meet & Greet Mencintai Ipar Sendiri di Jatinegara!

